Post Graduate Diploma in Play Therapy Program Bahasa Indonesia

Postgraduate Diploma in Play Therapy Program Bahasa Indonesia

Seperti dalam materi pelatihan Postgraduate Certificate in Therapeutic Play Skills (PGCTPS), untuk materi Postgraduate Diploma in Play Therapy dibangun berdasarkan teori dan praktek psikologi humanistik, terutama dari Virginia Axline (“Dibs In Search of Self”), Carl Rogers dan terapi bermain Gestalt dikembangkan oleh Violet Oaklander. Juga mengakui kontribusi yang dibuat oleh orang lain di awal 1900-an, seperti John Bowlby, Margaret Lowenfeld, Donald Winnicott, Rachel Pinney dll, meluas ke pemahaman yang lebih dalam ke proses bawah sadar dalam kaitannya dengan perkembangan anak berdasarkan Freud, Jung, Graff, Fairburn Hillman, Moore dan Jacobson. Hal ini juga menekankan pentingnya aspek spiritual dari pembangunan manusia.

Anda akan mengeksplorasi cara untuk mengintegrasikan anak sebagai pusat dari sistem sosial, yang meliputi sekolah, keluarga, dan pihak pendukung lainnya.

Hal utama dari media-media terapi bermain yang kita pelajari di PGCTPS akan lebih diperdalam untuk mendalami ketrampilan yang dapat digunakan untuk melakukan grup terapi.  Anda juga akan belajar bagaimana menghadapi problem yang lebih sulit dan menggunakan Play Therapy Dimentions Model sebagai alat penilaian.

Garis Besar – Postgraduate Diploma in Play Therapy

  • Bekerja secara terapeutik dengan beberapa Kelompok Anak – mengembangkan keterampilan bermain metafora pada tingkat lanjutan.
  • Mengembangkan keahlian seni ekspresif dan penilaiannya.
  • Mengembangkan keahlian untuk membantu klien yang mengalami kehilangan dan perpisahan (separation).
  • Mengembangkan keahlian bermain simbolik dalam membantu klien yang mengalami trauma.
  • Pengembangan lanjutan dalam praktek sebagi Terapis Bermain.

Program selama 120 jam akan diselenggarakan selama 15 hari

Jadwal pelaksanaan pada hari Kamis, Jumat dan Sabtu (8.30-16.00):

 

Program praktikal dan selama melakukan praktek selama 100 jam akan disupervisi

 

Pengajar

Alice Arianto

Play Therapist, Play and Creative Arts Supervisor, Academy of Play and Child Psychotherapy (APAC) Course Director

Professional Qualification

  • Bachelor in Architecture , ITB, 1987
  • Master in Business Administration, 1991
  • Psy D, Doctorate in Group Psychotherapy, Professional School of Psychology,California USA
  • Certified in Children, Young people & Family Counselling, Singapore , UK
  • Post Graduate Certificate in Therapeutic Play Skills, Church Canterbury University UK,APAC PTI
  • Post Graduate Diploma Play Therapy /Creative Art Therapy, Leeds Beckett University UK, APAC UK
  • Filial Play Coaching & Mentor ( FPCM), APAC( Academy of Play and Children Psychotherapy), PTI ( Play Therapy International)
  • Theraplay Training , Theraplay Institute USA.
  • Clinical Supervision , APAC UK, PTI( Play Therapy International)
  • Course Director for Post Graduate Certificate and Post Graduate Diiploma in Play Therapy APAC UK, PTI
  • Course and workshop in Trauma Healing for children- Tsunami victims
  • Courses in Movie-Therapy USA, Solution Focused, Schema Therapy, Forgiveness. 

Professional Experience

  • Board of Director of Yadika ( Foundation for Children with Mental Health) 1987-1998
  • Conselor for Children , Marriage and Family 2000-now
  • Director of College of Allied Educators Indonesia 2008-now
  • Director of Shining Stars Academy 1998-now
  • Board of Director YIPABK ( Indonesian Special Children Foundation) 2012-now
  • Art & Design Examiner/Assessor for Cambridge University
  • Board of Director of PEACE ( Psycho Educational Assessment Centre of Excellence)
  • National Trainer/Faculty for Haggai Institute ( Christian Leadership)
  • Certified Play Therapist, PTI ( Play Therapy International)
  • Certified Clinical Supervisor, PSA UK
  • President of PTBI ( Perkumpulan Terapi Bermain Indonesia)

 

Biaya

Registrasi:    SGD $ 100

Material:       SGD $ 150

Biaya kursus: SGD $ 4,950 (kelas Bahasa Indonesia)

Untuk skema cicilan dapat diajukan ke bagian penerimaan mahasiswa

 

Untuk Informasi lebih lanjut

Silakan hubungi: 08176028863 (Yudi Hartanto) atau email:  yudiptindo@gmail.com

Website

www.playtherapy.org

www.playtherapy.org.uk

www.playtherapy.id

www.apac.org.uk

www.cae-indonesia.com

Post Graduate Certificate in Therapeutic Play Skills (English Program) in Bali starts on 24th August 2019

This course is designed to produce safe and effective play therapy practitioners, hence the emphasis on experiential and practical work to balance the theory. The Post Graduate courses fully meet the requirements of the Register of Play and Creative Arts Therapists, which is accredited by the Professional Standards Authority. www.playtherapyregister.org.uk

We are in partnership with the Academy of Play and Child Psychotherapy (APAC), UK are planning on holding an internationally certified course that will take place in Bali, Indonesia for 15 days starting in March 2019. This course will help trainees become Certified Practitioners in Therapeutic Play Skills that is accredited by Play Therapy International (PTI).

Research has found play therapy has been an effective therapeutic approach to alleviate children’s problems with the following conditions: abuse of any type, autism, ADHD, divorced/separated parents, poor academic performance, delayed development, bulied, trauma, etc.

Distinctive features of this course:
– Accredited globally – meeting the international standards
– Accredited by Play Therapy International (PTI) dan The Professional Standard Authority (PSA), UK. Website: www.playtherapyregister.org.uk
– Learning process by practice and direct experience with toolkits
– Better career opportunity for psychology, early childhood, and education progress
– Courses are delivered by tutors directly from Leeds Beckett University, UK
– Provides ongoing support during and after training
– Designed to create practitioners with safe and effective practice

For more information about APAC’s programs please visit their website: www.apac.org.uk

Delivered in Bali, Indonesia for 15 days
24th August – 7th September 2019 at Best Western Hotel, Kuta Bali

Course Fee SGD $ 6,100 (including registration fee, material fee, first year of Play Therapy International membership fee, coffee break and lunch during the class)

Click on this link for more details information and register online: https://playtherapy.id/events/

For more information please contact:

Yudi Hartanto
M: +62817 602 8863 (whatsapp)
Email : yudiptindo@gmail.com or yudi@cae-indonesia.com

Yenlie Ang

Email: yenlieang.ptindo@gmail.com

M: +6282143452286 (whatsapp)

Website : www.playtherapy.org

www.playtherapy.id

www.cae-indonesia.com
www.playtherapy.id/events

Gerakan Indonesia Bermain

Gerakan Indonesia Bermain diselenggarakan untuk mencapai tujuan/misi sebagai berikut:

  1. Terciptanya GENERASI EMAS 2045
  2. Memenuhi HAK ANAK Bermain untuk Tumbuh Kembang Optimal
  3. Mempererat hubungan orang tua dan anak dalam  keluarga
  4. Mengembalikan Budaya/Nilai-nilai KEBERSAMAAN dan KEGIATAN SOSIAL
  5. Melestarikan Permainan Tradisional Indonesia

Indonesia menyongsong generasi emas  di tahun 2045 ketika memperingati kemerdekaan yang ke 100 tahun atau di usia emas, yaitu  “bangkitnya generasi emas pada usia emas”.  Generasi emas dicita-citakan bangsa Indonesia adalah yang  insan yang berkarakter, perpikir kritis, kreatif, inovatif, komuniatif, kolaboratif dan kompetitif. Menyiapkan generasi emas Indonesia dalam kehidupan di abad ke 21 adalah suatu tantangan  yang besar.

Anak dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, perlindungan dari tindak kekerasan, dan diskriminasi. Negara,pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orangtua, memiliki tanggung jawab terhadap perlindungan anak.

Sepertiga dari penduduk Indonesia merupakan anak-anak. Mereka adalah generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan anak dan mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik.

Anak merupakan karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa. Dari sudut pandang anak sebagai aset, anak merupakan salah satu modal sumber daya manusia, jika dipenuhi semua kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, dankebutuhan sosial ekonomi lainnya. Pemenuhan kebutuhan ini akan membentuk anak tumbuh menjadi manusia berkualitas. Sebaliknya jika kebutuhan anak tidak terpenuhi, dikhawatirkan akan menurunkan kualitas hidup anak atau sebagian dari mereka akan menimbulkan masalah bagi keluarga, masyarakat, maupun negara.

Anak adalah harapan sebuah keluarga. Anak juga jadi bagian dari generasi muda sebuah bangsa yang akan menentukan masa depan negaranya. Karena itu, segala hal yang berkaitan dengan anak harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Hal itu menjadi salah satu fokus utama

Perwujudan anak-anak sebagai generasi muda yang berkualitas merupakan salah satu upaya memperkuat kemampuan daya saing bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi, dan merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada umumnya. Mengingat anak merupakan masa depan dan generasi penerus cita-cita bangsa, negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi serta mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Data dan informasi mengenai anak Indonesia yang terbagi dalam 5 (lima) kluster hak anak, yaitu hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif bagi anak, pendidikan dan kesehatan anak, serta perlindungan khusus bagi anak.

Kami meluncurkan program ’’GERAKAN INDONESIA BERMAIN” yang berfokus pada hak untuk bermain dan mengembangkan diri bagi anak-anak di seluruh dunia.  Hal ini didasari atas temuan dimana banyak orang tidak menyadari bahwa bermain merupakan kebutuhan mendasar anak, sesuai konvensi PBB tentang Hak Anak-anak.

’’GERAKAN INDONESIA BERMAIN” dicetuskan dengan memperhatikan banyak anak-anak di negeri kita tercinta yang memiliki keterbatasan tempat untuk bermain. 

Anak merupakan individu yang membutuhkan topangan, sokongan dan perlindungan dari orang dewasa, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Negara. Perlindungan ini dibutuhkan oleh seorang anak karena adanya kesenjangan tingkat kematangan antara orang dewasa dengan anak, baik secara moral, kognitif, psikologis dan emosional.

Prof. Dr. Sri Milfayetty (Profesor pada bidang Psikologi dan Bimbingan Konseling di Fakultas Pendidikan Unimed)

Sri Milfayetty (Milfa) mulai bekerja sebagai pendidik tahun 1984. Di awali dengan mengelola pendidikan di Taman Kanak-Kanak, hingga pendidik di Perguruan Tinggi.  Sejalan dengan ini Milfa juga bekerja sebagai konselor pendidikan.  Pengalaman menjadi pengajar dan konselor memberi pemahaman  pada Milfa bahwa setiap anak perlu memiliki kecakapan hidup seperti kemampuan menghadapi realita, ketangguhan dalam menghadapi permasalahan dan kemandirian dalam menemukan solusi.  Pemahaman ini mendorong Milfa untuk memperdalam tentang hubungan bermain di masa kecil dengan perilaku di masa dewasa. Orang-orang dewasa yang memiliki pengalaman bermain yang cukup di masa kecil ternyata menjadi orang dewasa yang lebih luwes dalam menghadapi realita, memiliki ketangguhan untuk bertahan dan menemukan solusi lebih cepat dan tepat dibanding dengan mereka yang masa kecilnya kurang bermain.  Pemahaman ini kemudian menuntun Milfa untuk mengambil program Postgraduate Certificate in Therapeutic Play Skills dan Postgraduate Diploma in Play Therapy di CAE Indonesia.  Pengalaman klinis menunjukkan bahwa model integratif holistik dalam terapi bermain (Play Therapy) efektif dalam membantu kemampuan anak dalam menghadapi masalahnya.  Sehingga anak-anak normal yang mengalami masalah menjadi lebih pesat perkembangannya.  Demikian juga terhadap anak-anak special need menjadi bertambah baik kemampuannya dalam menghadapi masalah sosial, pengendalian diri, pergaulan dan hiperaktivitas.  Saat ini Milfa mengajak para pendidik, orang tua untuk menerapkan bermain dengan creative art dalam pendidikan sekaligus mendorong masyarakat  untuk menemukan kearifan lokal permainan tradisional dan memadukannya dengan permainan inovatif di era ini. Menurut Milfa bermain adalah naluri manusia yang perlu dipenuhi sejak dini untuk mendapatkan sense tentang kearifan kelak di masa dewasa.