Prof. Dr. Sri Milfayetty (Profesor pada bidang Psikologi dan Bimbingan Konseling di Fakultas Pendidikan Unimed)
May 12, 2018
Post Graduate Certificate in Therapeutic Play Skills (English Program) in Bali starts on 30th March 2019
September 7, 2018

Gerakan Indonesia Bermain

Gerakan Indonesia Bermain diselenggarakan untuk mencapai tujuan/misi sebagai berikut:

  1. Terciptanya GENERASI EMAS 2045
  2. Memenuhi HAK ANAK Bermain untuk Tumbuh Kembang Optimal
  3. Mempererat hubungan orang tua dan anak dalam  keluarga
  4. Mengembalikan Budaya/Nilai-nilai KEBERSAMAAN dan KEGIATAN SOSIAL
  5. Melestarikan Permainan Tradisional Indonesia

Indonesia menyongsong generasi emas  di tahun 2045 ketika memperingati kemerdekaan yang ke 100 tahun atau di usia emas, yaitu  “bangkitnya generasi emas pada usia emas”.  Generasi emas dicita-citakan bangsa Indonesia adalah yang  insan yang berkarakter, perpikir kritis, kreatif, inovatif, komuniatif, kolaboratif dan kompetitif. Menyiapkan generasi emas Indonesia dalam kehidupan di abad ke 21 adalah suatu tantangan  yang besar.

Anak dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, perlindungan dari tindak kekerasan, dan diskriminasi. Negara,pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orangtua, memiliki tanggung jawab terhadap perlindungan anak.

Sepertiga dari penduduk Indonesia merupakan anak-anak. Mereka adalah generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan anak dan mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik.

Anak merupakan karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa. Dari sudut pandang anak sebagai aset, anak merupakan salah satu modal sumber daya manusia, jika dipenuhi semua kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, dankebutuhan sosial ekonomi lainnya. Pemenuhan kebutuhan ini akan membentuk anak tumbuh menjadi manusia berkualitas. Sebaliknya jika kebutuhan anak tidak terpenuhi, dikhawatirkan akan menurunkan kualitas hidup anak atau sebagian dari mereka akan menimbulkan masalah bagi keluarga, masyarakat, maupun negara.

Anak adalah harapan sebuah keluarga. Anak juga jadi bagian dari generasi muda sebuah bangsa yang akan menentukan masa depan negaranya. Karena itu, segala hal yang berkaitan dengan anak harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Hal itu menjadi salah satu fokus utama

Perwujudan anak-anak sebagai generasi muda yang berkualitas merupakan salah satu upaya memperkuat kemampuan daya saing bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi, dan merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada umumnya. Mengingat anak merupakan masa depan dan generasi penerus cita-cita bangsa, negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi serta mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Data dan informasi mengenai anak Indonesia yang terbagi dalam 5 (lima) kluster hak anak, yaitu hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif bagi anak, pendidikan dan kesehatan anak, serta perlindungan khusus bagi anak.

Kami meluncurkan program ’’GERAKAN INDONESIA BERMAIN” yang berfokus pada hak untuk bermain dan mengembangkan diri bagi anak-anak di seluruh dunia.  Hal ini didasari atas temuan dimana banyak orang tidak menyadari bahwa bermain merupakan kebutuhan mendasar anak, sesuai konvensi PBB tentang Hak Anak-anak.

’’GERAKAN INDONESIA BERMAIN” dicetuskan dengan memperhatikan banyak anak-anak di negeri kita tercinta yang memiliki keterbatasan tempat untuk bermain. 

Anak merupakan individu yang membutuhkan topangan, sokongan dan perlindungan dari orang dewasa, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Negara. Perlindungan ini dibutuhkan oleh seorang anak karena adanya kesenjangan tingkat kematangan antara orang dewasa dengan anak, baik secara moral, kognitif, psikologis dan emosional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *