Supporting Playful Caring Touch FirstPlay® Interactions Between Children and Parents

Workshop Fee

Rp. 150.000
  • Certificate
  • Handout

Sabtu, 25 Juli 2020

09.00 – 11.00 WIB

Via Zoom

Pendaftaran

Supporting Playful Caring Touch FirstPlay® Interactions Between Children and Parentsen

Di seluruh dunia kita semua menghadapi masa sulit sebagai dampak dari pandemi yang menghancurkan ini. Sebagai praktisi kami mencoba menemukan cara kreatif untuk mendukung anak-anak dan keluarga di saat ini yang mengakibatkan adanya hambatan sosial dalam kontak fisik satu sama lain.  Kebutuhan sentuhan kasih dan kedekatan fisik menjadi sangat dibutuhkan bahkan lebih dari sebelumnya bagi anak-anak dan keluarga yang terisolasi bersama. Namun, bagaimana melakukannya?

Dr. Janet A. Courtney, seorang ahli di bidang kesehatan mental anak, penulis buku: “Healing Child and Family Trauma through Expressive and Play Therapies: Art, Nature, Storytelling, Body & Mindfulness,” dan seorang pembicara di TEDx, akan memberikan pemaparan tentang bagaimana menyediakan sentuhan kasih untuk anak-anak di saat stress dan kondisi penuh kecemasan. Dr.  Courtney akan menjelaskan tentang pentingnya sentuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang baik, juga membagikan hal yang dapat dipraktekkan secara langsung yang dapat mendukung etika dan sentuhan kasih antara orang tua dan anak. Para peserta akan belajar tentang FirstPlay®️ Kinesthetic Activity of “Making Pizza Pie”.
 
Setelah mengikuti seminar ini Anda akan:
1. Mendapatkan 3 cara untuk mendukung sentuhan kasih antara orang tua dan anak
2. Mendapatkan 3 rekomendasi panduan etis dan klinis yang berkaitan dengan orang tua dan anak
3. Menjelaskan langkah-langkah bagaimana untuk memfasilitasi intervensi FirstPlay ®️ Kinesthetic Storytelling antara orang tua dan anak
 
Kelas ini ditujukan untuk: 
Terapis, psikolog klinis,  psikiater, dokter, konselor, siapa saja yang tertarik dalam mengembangkan keahlian untuk bekerja dengan anak. (Untuk praktisi di bidang ini, workshop ini diakreditasi oleh Play Therapy UK & Play Therapy International untuk 1 poin CPD).
 
Kelas “Supporting Playful Caring Touch FirstPlay® Interactions Between Children and Parents” akan berlangsung pada: 
Sabtu, 25 Juli 2020
Pukul: 09.00 – 11.00 WIB (waktu Jakarta) 
 
via Zoom Webinar
 
 
 

Topik bahasan:

  • • Mengenali gangguan emosi dan perilaku pada anak 
  • • Memahami pendekatan holistik dan integratif dalam menangani anak dengan gangguan emosi dan perilaku
  • • Mengenali bermain sebagai bentuk terapeutik dan hubungannya dengan upaya meningkatkan resiliensi anak
  • • Memanfaatkan instrument Strenght Difficulties Questionnaire dalam mengukur gangguan emosi dan perilaku

Narasumber:  Janet A. Courtney, Ph.D.

Janet A. Courtney, Ph.D. adalah pendiri First Play Therapy ®️. Beliau adalah pembicara TEDx dan ketua asosiasi Play Therapy dan presiden dari Florida Association for Play Therapy terdahulu. Beliau juga penulis dari “Healing  Child and Family Trauma through Expressive and Play Therapies: Art,Nature,Storytelling, Body & Mindfulness,”and Editor of “Infant Play Therapy: Foundations, Programs,Models and Practice,” and “Touch in Child Counseling and Play Therapy: An Ethical and Clinical Guide. Penelitiannya melalui pengalaman prakteknya memberikan pelatihan tentang sentuhan dipublikasikan oleh the American Journal of Art Therapy dan the International Journal of Play Therapy. 

Beliau adalah penulis yang berkontribusi dalam bab, “Touching Autism through Developmental Play Therapy” dalam buku “Play-based Interventions for Children and Adolescents with Autism Spectrum Disorders”. Specialisasi beliau adalah di bidang kesehatan mental bayi dan terapi bermain bayi, keterlekatan, dan masalah-masalah yang berkaitan dengan trauma.

Seminar bagi Pendidik & Profesional Kesehatan Mental dan Emosi Anak

Play Therapy Indonesia

Course Fee

A Day Seminar
Rp. 350.000
  • Certificate
  • Lunch
  • Refreshment

Saturday, April 27, 2019

09.00 – 12.30 WIB

VENUE

Gd. E-building Komplek Harmoni Plaza Blok I No.1-4Jl. Suryopranoto, Jakarta Pusat

Menjawab Kondisi Krisis Kesehatan Mental Emosi pada Anak 

(Pendekatan Integratif & Holistik Membantu Anak dengan Gangguan Emosi Perilaku)

Salah satu aspek yang sangat mempengaruhi perkembangan anak adalah aspek mental dan emosi. Krisis mental kerap berkaitan dengan munculnya gangguan emosi dan perilaku pada anak. Anak dengan gangguan perilaku dan emosi dapat mengalami hambatan dalam perkembangannya, khususnya pada fungsi akademis dan sosial. Hambatan fungsi akademis sangat terkait dengan kemampuan anak mengembangkan potensinya atau underachievement, sulit berkonsentrasi, melamun, tidak menyelesaikan tugas, mudah menyerah, mogok sekolah. Sementara hambatan dalam fungsi sosial berupa sikap agresif, sering terlibat konflik, menarik diri dan sulit bekerja sama dengan orang lain. Para profesional di bidang kesehatan emosi dan mental anak, serta para pendidik yang terlibat dengan anak, dapat membantu anak dengan gangguan emosi dan perilaku melalui pendekatan yang integratif dan holistik, meningkatkan resiliensi anak ketika menghadapi permasalahan hidupnya agar mencapai perkembangannya secara optimal.

Topik bahasan:

  • • Mengenali gangguan emosi dan perilaku pada anak 
  • • Memahami pendekatan holistik dan integratif dalam menangani anak dengan gangguan emosi dan perilaku
  • • Mengenali bermain sebagai bentuk terapeutik dan hubungannya dengan upaya meningkatkan resiliensi anak
  • • Memanfaatkan instrument Strenght Difficulties Questionnaire dalam mengukur gangguan emosi dan perilaku

Narasumber:  AMANDA MARGIA WIRANATA, M.Si, Psi.

Seorang psikolog klinis anak yang telah mendedikasikan dirinya untuk membantu menangani pelbagai permasalahan terkait perkembangan anak. Aktif sebagai konsultan pendidikan anak usia dini (preschool), Amanda kerap menjadi narasumber bagi para guru dan orangtua dalam mengenali gangguan-gangguan perkembangan anak sejak dini. Sejak 2017, Amanda terdaftar sebagai “Play Therapist” di Play Therapy International dan Perkumpulan Terapis Bermain Indonesia. Play Therapi menjadi satu pendekatan yang memperlengkapi Amanda dalam menangani problem perilaku dan emosional anak-anak di usia dini, sekolah, dan remaja

Post Graduate Certificate in Therapeutic Play Skills (English Program) in Bali starts on 24th August 2019

This course is designed to produce safe and effective play therapy practitioners, hence the emphasis on experiential and practical work to balance the theory. The Post Graduate courses fully meet the requirements of the Register of Play and Creative Arts Therapists, which is accredited by the Professional Standards Authority. www.playtherapyregister.org.uk

We are in partnership with the Academy of Play and Child Psychotherapy (APAC), UK are planning on holding an internationally certified course that will take place in Bali, Indonesia for 15 days starting in March 2019. This course will help trainees become Certified Practitioners in Therapeutic Play Skills that is accredited by Play Therapy International (PTI).

Research has found play therapy has been an effective therapeutic approach to alleviate children’s problems with the following conditions: abuse of any type, autism, ADHD, divorced/separated parents, poor academic performance, delayed development, bulied, trauma, etc.

Distinctive features of this course:
– Accredited globally – meeting the international standards
– Accredited by Play Therapy International (PTI) dan The Professional Standard Authority (PSA), UK. Website: www.playtherapyregister.org.uk
– Learning process by practice and direct experience with toolkits
– Better career opportunity for psychology, early childhood, and education progress
– Courses are delivered by tutors directly from Leeds Beckett University, UK
– Provides ongoing support during and after training
– Designed to create practitioners with safe and effective practice

For more information about APAC’s programs please visit their website: www.apac.org.uk

Delivered in Bali, Indonesia for 15 days
24th August – 7th September 2019 at Best Western Hotel, Kuta Bali

Course Fee SGD $ 6,100 (including registration fee, material fee, first year of Play Therapy International membership fee, coffee break and lunch during the class)

Click on this link for more details information and register online: https://playtherapy.id/events/

For more information please contact:

Yudi Hartanto
M: +62817 602 8863 (whatsapp)
Email : yudiptindo@gmail.com or yudi@cae-indonesia.com

Yenlie Ang

Email: yenlieang.ptindo@gmail.com

M: +6282143452286 (whatsapp)

Website : www.playtherapy.org

www.playtherapy.id

www.cae-indonesia.com
www.playtherapy.id/events

Gerakan Indonesia Bermain

Gerakan Indonesia Bermain diselenggarakan untuk mencapai tujuan/misi sebagai berikut:

  1. Terciptanya GENERASI EMAS 2045
  2. Memenuhi HAK ANAK Bermain untuk Tumbuh Kembang Optimal
  3. Mempererat hubungan orang tua dan anak dalam  keluarga
  4. Mengembalikan Budaya/Nilai-nilai KEBERSAMAAN dan KEGIATAN SOSIAL
  5. Melestarikan Permainan Tradisional Indonesia

Indonesia menyongsong generasi emas  di tahun 2045 ketika memperingati kemerdekaan yang ke 100 tahun atau di usia emas, yaitu  “bangkitnya generasi emas pada usia emas”.  Generasi emas dicita-citakan bangsa Indonesia adalah yang  insan yang berkarakter, perpikir kritis, kreatif, inovatif, komuniatif, kolaboratif dan kompetitif. Menyiapkan generasi emas Indonesia dalam kehidupan di abad ke 21 adalah suatu tantangan  yang besar.

Anak dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara adalah masa depan bangsa dan generasi penerus cita-cita bangsa, sehingga negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi, perlindungan dari tindak kekerasan, dan diskriminasi. Negara,pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orangtua, memiliki tanggung jawab terhadap perlindungan anak.

Sepertiga dari penduduk Indonesia merupakan anak-anak. Mereka adalah generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan anak dan mempersiapkan masa depan bangsa yang lebih baik.

Anak merupakan karunia yang terbesar bagi keluarga, agama, bangsa, dan negara. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah penerus cita-cita bagi kemajuan suatu bangsa. Dari sudut pandang anak sebagai aset, anak merupakan salah satu modal sumber daya manusia, jika dipenuhi semua kebutuhan pangan, sandang, papan, pendidikan, dankebutuhan sosial ekonomi lainnya. Pemenuhan kebutuhan ini akan membentuk anak tumbuh menjadi manusia berkualitas. Sebaliknya jika kebutuhan anak tidak terpenuhi, dikhawatirkan akan menurunkan kualitas hidup anak atau sebagian dari mereka akan menimbulkan masalah bagi keluarga, masyarakat, maupun negara.

Anak adalah harapan sebuah keluarga. Anak juga jadi bagian dari generasi muda sebuah bangsa yang akan menentukan masa depan negaranya. Karena itu, segala hal yang berkaitan dengan anak harus diperhatikan dengan sebaik-baiknya. Hal itu menjadi salah satu fokus utama

Perwujudan anak-anak sebagai generasi muda yang berkualitas merupakan salah satu upaya memperkuat kemampuan daya saing bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi, dan merupakan bagian dari pembangunan nasional dalam mengedepankan pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada umumnya. Mengingat anak merupakan masa depan dan generasi penerus cita-cita bangsa, negara berkewajiban memenuhi hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, berpartisipasi serta mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan dan diskriminasi. Data dan informasi mengenai anak Indonesia yang terbagi dalam 5 (lima) kluster hak anak, yaitu hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif bagi anak, pendidikan dan kesehatan anak, serta perlindungan khusus bagi anak.

Kami meluncurkan program ’’GERAKAN INDONESIA BERMAIN” yang berfokus pada hak untuk bermain dan mengembangkan diri bagi anak-anak di seluruh dunia.  Hal ini didasari atas temuan dimana banyak orang tidak menyadari bahwa bermain merupakan kebutuhan mendasar anak, sesuai konvensi PBB tentang Hak Anak-anak.

’’GERAKAN INDONESIA BERMAIN” dicetuskan dengan memperhatikan banyak anak-anak di negeri kita tercinta yang memiliki keterbatasan tempat untuk bermain. 

Anak merupakan individu yang membutuhkan topangan, sokongan dan perlindungan dari orang dewasa, keluarga, masyarakat, Pemerintah dan Negara. Perlindungan ini dibutuhkan oleh seorang anak karena adanya kesenjangan tingkat kematangan antara orang dewasa dengan anak, baik secara moral, kognitif, psikologis dan emosional.